Showing posts with label Kimia Anorganik. Show all posts
Showing posts with label Kimia Anorganik. Show all posts

Tuesday, June 5, 2012

Phthalocyanines Berlapis Empat



Kompleks tumpukan phthalocyanine yang bungkusannya berlapis empat pertama kali di dunia disatukan bersama-sama dengan ion cadmium dan lutetium
Tumpukan komplekses yang dibuat dengan menggabungkan ion-on metal antara karbon-nitrogen macrocyclic ligand phthalocyanine (Pc) memperlihatkan suatu daerah berguna yang secara potensial bagi property

Nanopartikel Gold Akan Menjadi Bagian Produk Sehari-hari Di Masa Yang Akan datang

Cat yang tahan lama, proses pemurnian air, computer yang lebih cepat, sol sepatu kita yang lebih kuat, dan TV yang lebih ringan dan murah semuanya akan mudah diwujudkan sekarang dengan adanya hasil penelitian dari para peneliti di Queensland University yang menemukan cara untuk medispersikan nanopartikel gold yang bahkan bisa dilakukan melalui material plastik.
Adalah seorang peneliti Adrian Fuchs, dari QUT

Timah menghubungkan klub cincin aromatis

Para ilmuwan dari Jepang telah berhasil menghubungkan suatu atom lead kedalam suatu molekul aromatic – metal yang sangat berat sejauh ini yang menjadi ‘teraromatisasi’. Temuan ini dapat menghasilkan beberapa struktur baru dengan elektron yang mendonasikan karakteritstik yang sangat berguna, dengan aplikasi potensial di beberapa daerah seperti katalisis atau optoelektronik.
Dengan membentuk cincin aromatic yang stabil dengan suatu elemen seperti lead sangatlah sulit karena adanya ketidak cocokan yang sangat besar dalam ukuran orbital elektronis metal dan karbon atom (orbital 6p dan 2p, secara berturut – turut) di dalam cincinnya. Suatu tingkat tertentu daripenutupan  diperlukan bagi elektron guna dibagi – bagikan secara merata di sekitar cincin – persyaratan dalam aromatisitas. Jika satu orbital sangat besar dan yang lain sangat kecil, maka pnutupannya merupakan aturan yang sangat tinggi.
Masaichi Saito, dari Saitama University, dan para koleganya mengambil sebagai bahan pertamanya adalah hexaphenylplumbole, persenyawaan cincin yang terditri dari lima anggota non aromatis yang berisi empat karbon dan satu lead,dengan suatu kelompok phenyl ditempelkan pada setiap karbon dan dua phenyl ditempelkan pada lead. Lalu mereka mengurangi persenyawaan dengan lithium, yang

Mengubah Polusi Panas Menjadi Energi Listrik

Peneliti dari Northwestern University telah menemukan suatu material yang dapat memanfaatkan polusi panas yang dihasilkan dari mesin kalor untuk menghasilkan listrik. Para peneliti tersebut menempatkan nanokristal garam batu (stronsium tellurida, SrTe) ke dalam timbal tellurida (PbTe). Material ini telah terbukti dapat mengkonversi kalor yang dihasilkan sistem pembuangan kendaraan (knalpot), mesin-mesin dan alat-alat industri yang menghasilkan kalor, hingga cahaya matahari dengan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding penemuan-penemuan serupa sebelumnya.
Paduan material ini menunjukkan karakteristik termoelektrik yang cukup tinggi dan dapat mengubah 14% dari polusi kalor menjadi listrik, tanpa perlu sistem turbin maupun generator. Kimiawan, fisikawan, dan ilmuwan material dari Northwestern University berkolaborasi untuk mengembangkan material dengan kemampuan luar biasa ini. Hasil studi mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemistry.
“Hal ini telah diketahui selama 100 tahun belakangan, bahwa semikonduktor memiliki karakteristik dapat mengubah panas menjadi listrik secara langsung,” jelas Mercouri Kanatzidis, seorang Professor Kimia di The Weinberg College of Arts and Sciences. “Untuk membuat proses ini menjadi suatu proses yang efisien, yang dibutuhkan hanyalah material yang tepat. Dan kami telah menemukan resep atau sistem untuk membuat material dengan karakter tersebut.”
Mercouri Kanatzidis, co-author dari studi ini bersama dengan tim risetnya mendispersikan nanokristal garam batu stronsium tellurida, SrTe ke dalam material timbal (II) tellurida, PbTe. Percobaan sebelumnya pada penyertaan material berskala nano ke dalam material bulk telah meningkatkan efisiensi konversi kalor menjadi energi listrik dari material timbal (II) tellurida. Tetapi penyertaan material nano ke dalamnya juga meningkatkan jumlah penyebaran elektron, sehingga secara keseluruhan konduktivitas material ini berkurang. Pada studi ini, tim riset dari Northwestern menawarkan suatu model penggunaan material nano pada timbal (II) tellurida untuk menekan penyebaran elektron dan meningkatkan persentase konversi kalor menjadi energi listrik dari material ini.