
Nanosains
dan nanoteknologi merupakan ranah ilmu yang dewasa ini berkembang
sangat pesat dan digunakan dalam berbagai keperluan. Ukuran partikel
yang kecil namun efisiensi yang lebih tinggi merupakan alasan ilmu ini
dikembangkan. Namun, ternyata tidak hanya efek positif yang dapat
dihasilkan dari perkembangan sains dan teknologi ini tetapi juga efek
negatif. Nanopartikel ditengarai membahayakan kesehatan manusia yang
kontak dengannya.
Para peneliti dari Centre of Cancer Biomedicine
Norwegian Radium Hospital menemukan bahwa nanopartikel dapat mengganggu
jalannya transportasi substansi vital masuk dan keluar sel. Tim peneliti
ini juga menemukan bahwa terganggunya transportasi tersebut
mengakibatkan kerusakan fisiologis sel dan mengganggu fungsi sel yang
normal. Meski beberapa jenis nanopartikel telah dimanfaatkan sebagai
obat, efek jangka panjangnya dikhawatirkan dapat mengganggu transportasi
substansi vital pada sel.
Nanopartikel dapat memasuki tubuh
manusia melalui berbagai macam mekanisme. Nanopartikel terlebih dahulu
disimpan di dalam vesikel yang berada pada permukaan sel. Vesikel kecil
kemudian bergabung membentuk vesikel besar seperti badan multivesikular.
Badan multivesikular ini kemudian bergabung dengan lisosom, dimana
protein dan makromolekul lainnya dipecah oleh protease dan enzim
lainnya. Nanopartikel yang terkandung di dalamnya dapat menyebar di
dalam sel dan dapat keluar melalui jalur endosom ataupun daur endosom.
Tim
peneliti ini kemudian bereksperimen dengan menggunakan nanopartikel
besi oksida yang biasa digunakan pada pencitraan resonansi magnetik (
magnetic resonance imaging/MRI)
selama 20 tahun. Peneliti menemukan bahwa meski 99% protein sel tidak
berikatan dengan nanopartikel sehingga nanopartikel dapat keluar dari
sel, 1% lainnya berikatan dengan sel dan tidak dapat dikeluarkan dari
sel. Jumlah ini dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya sistem
transportasi internal sel melalui endosom.
Penelitian ini menjadi
penting terutama di bidang pengobatan dan industri farmasetika yang
menggunakan nanopartikel. Nanopartikel yang diproduksi sebagai
obat-obatan harus mengedepankan risiko akumulasi nanopartikel dalam sel
yang dapat mengganggu sistem transportasi sel. Selain itu, nanopartikel
obat yang tidak mencapai target harus dapat didegradasi dan dieksresi
secara sempurna dari tubuh.
Sumber : http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/nanopartikel-membahayakan-kesehatan/